Ilustrasi : AI Image generated (Open-AI)
Eka Teresia S.Pd, M.M | Penulis
NEGERI NEWS
Di hamparan malam yang paling sunyi,
Buraq melesat membelah rasi dan misteri,
Meninggalkan jejak cahaya di ufuk Bumi,
Menuju Baitulmaqdis, tempat nabi-nabi menanti.
Tangga langit terbuka, selapis demi selapis,
Menembus batas fana yang kian menipis,
Jibril mendampingi dengan takzim yang tulus,
Hingga di batas Sidrah, ia berhenti dengan halus.
“Lanjutkanlah, ya Muhammad,” bisik sang malaikat,
Di sanalah Sang Kekasih menghadap Sang Hakikat,
Tanpa tirai, tanpa antara, tanpa kata yang tersekat,
Menjemput hadiah agung bagi umat yang tersesat.
Bukan sekadar perjalanan melintasi angkasa,
Bukan sekadar mukjizat penembus masa,
Namun tentang perintah suci bagi jiwa yang dahaga,
Lima waktu bersujud, merajut jembatan ke surga.
Shalat adalah mikrajnya mukmin yang lara,
Tempat kening berserah, membasuh segala duka,
Kini perintah itu dibawa pulang ke dunia,
Oleh Al-Mustafa, sang pembawa cahaya semesta.
Padang, 16 Januari 2026